Analisa Usaha Budidaya Ikan Nila

Melakukan budidaya ikan nila di media terpal bisa menjadi pilihan yang tepat untuk memulai usaha sendiri. Untuk pemasarannya juga tidaklah sulit sebab ikan nila adalah ikan yang banyak dikonsumsi masyarakat. Namun sebelum memulainya lakukan analisa usaha budidaya ikan nila di kolam terpal terlebih dahulu. 

Penggunaan media kolam terpal lebih hemat jika dibandingkan kolam tanah. Pembuatan kolam terpal juga termasuk lebih praktis dan bisa dibuat cepat. Bagi yang tertarik dengan usaha budidaya yang satu ini, simak analisanya agar menjadi bahan pertimbangan:

1. Modal yang Dibutuhkan

Dalam analisa usaha budidaya ikan nila di kolam terpal, tentunya harus memperhitungkan modal usaha yang digunakan. Untuk tenaga kerja masih bisa dilakukan sendiri jika masih dalam skala usaha rumahan. Dalam memulai budidaya ikan nila ada beberapa hal pokok yang perlu disiapkan, untuk selengkapnya simak perhitungannya berikut ini:

  • Untuk membuat satu kolom nilai membutuhkan dana sekitar 1 jutaan.

  • Harga bibit ikan nila untuk 1000 ekor seharga 700rb.

  • Pakan ikan hingga panen untuk 1000 ekor membutuhkan 200 Kg dengan harga 10rb per kilo membutuhkan biaya 2 juta.

  • Dalam sekali masa panen, ikan nilai perlu diberikan suplemen dua kali dengan harga 50rb.

Itu tadi adalah rincian biaya yang diperlukan untuk memulai budidaya ikan nila. Total modal Rp. 3.750.000 untuk kebutuhan pokok. Sedangkan biaya air dan sebagainya masih bisa menggunakan yang ada di rumah. Jika menggunakan air dari sumber maka akan lebih murah lagi.

Info lainnya : 19 Peluang Usaha Ternak Yang Menguntungkan Dan Menjanjikan, Serta Tips Memulainya

2. Lama Waktu Budidaya

Untuk melakukan budidaya ikan nila tidak membutuhkan waktu yang lama hingga panen. Biasanya dari awal mula hingga panen hanya memerlukan waktu 70 hari. Dalam usia tersebut ikan nila sudah siap dikonsumsi, biasanya untuk satu kilo ikan nila bisa berisi 5 ekor. 

3. Membuat Kolam Terpal

Sebagai media budidaya, membuat kolam ikan dari terpal tidaklah sulit. Hanya perlu menyiapkan terpal besar kemudian pada masing masing sisinya disangga menggunakan bata atau kayu dan dibentuk menyerupai kolam. Pemilihan media terpal ini lebih praktis dan juga hemat.

4. Keuntungan

Keuntungan yang didapatkan dalam analisa usaha budidaya ikan nila di kolam terpal cukup menjanjikan. Misalnya jika harga nila siap panen per kilo berkisar 30 ribu-an dan dalam satu kilo berisi 5 ekor nila, maka total penjualan adalah sekitar 6 jutaan. Itu adalah pendapatan kotor budidaya nila.

Pendapatan tersebut kemudian dikurangi dengan biaya modal dan beberapa biaya tambahan, maka dalam sekali panen bisa mendapatkan untung sekitar 2 jutaan. Dengan keuntungan tersebut tentunya tidak selalu sama. Sebab asa kendala dalam melakukan budidaya seperti cuaca maupun ikan yang mati selama budidaya. 

Budidaya ikan nila memang terlihat menggiurkan dengan keuntungan yang didapatkan. Namun dalam budidaya tidaklah selalu mulus, perlu diperhatikan pula beberapa resiko kegagalan dalam budidaya.  Oleh sebab itu analisa usaha budidaya ikan nila di kolam terpal yang dijelaskan di atas bisa menjadi gambaran singkat tentang budidaya ikan nila bagi pemula.

Baca artikel lainnya di blog  https://www.bangizaltoy.com